Ketika masa-masa MOS, ibuku sedang penataran, aku lupa penataran dimana, yang jelas ayahku yang membantuku selama masa MOS tersebut. Kembali ke technical meeting. Aku datang terlambat, sehingga aku ditarik ke depan oleh kakak panitia. Aku ditanyai alasan kenapa aku masuk kesini. Aku sih hanya diam, yang menjawab yang di sampingku(ada juga yang telat selain aku), dia bilang sih mau masuk IPB, tapi aku tidak yakin akan hal tersebut. Setelah itu kami diberi buku tentang MOS dan SPP ini. Tidak hanya itu, kami diberikan nama tumbuhan ataupun hama.dan itu menjadi nama bagus kami. Nama yang aku dapatkan adalah Psidium guajava, yang berarti jambu biji. Aku masuk dikelompok dua, dimana ketuanya adalah Gilang dan wakilnya adalah Arief, dan yang membimbing kami adalah Mbak Oshi, anak dari teman ibuku. Setelahnya kami diperbolehkan untuk pulang guna mempersiapkan MOS keesokan paginya.

Berhubung kami tidak diizinkan “BERPENAMPILAN NORMAL”, maka kami berpenampilan serba aneh dan juga kami memiliki tas baru buatan tangan dengan nilai kreativitas yang sangat tinggi. Kalau dijual kayaknya tidak sampai sepuluh ribu deh, hehe. Terlebih lagi kami tidak diizinkan untuk membawa kendaraan atau dihantarkan oleh orangtua atau sanak-saudara. Jadi deh kami main kucing-kucingan dengan kakak-kakak panitia. Ada yang dihantarkan tidak sampai depan gang, ada yang pura-pura ngojek, dan lain sebagainya.

Kami dikumpulkan di depan BBI untuk dilakukan inspeksi tentang perlengkapan yang kami bawa dan tentang kostum kami. Kami berbaris dan ditanya kenapa kesiangan, padahal kami datang tepat waktu. Memang jam SPP saja yang dipercepat, jadi deh kami kena semprot. Setelah diinspeksi, kami dikumpulkan di aula. Disana sudah disediakan bangku untuk masing-masing kelompok. Setelah semuanya berkumpul, kami melakukan upacara pembukaan yang kemudian akan dilanjutkan ke acara sarapan. Kami semua dikumpulkan di lapangan basket untuk dilakukan pembagian jatah sarapan. Berasa jadi napi. Yang memalukan kami harus mengangkat piring dan sendok kami sambil menyanyikan yel-yel untuk makan. Kalau tidak salah yel-yelnya adalah sebagai berikut:

Kwek-kwek, kwek-kwek

Kak saya lapar, kak saya mau makan

Boleh ga saya minta makan?

Ya ampun, kalau diingat-ingat rasanya mau tertawa terbahak-bahak deh. Sarapan hari pertama kalau tidak salah bubur kacang ijo. Yang parah ternyata bubur ini dimasak setengah matang dan ditambah jahe, mana kami dipaksa makan jahenya. Sudah begitu kami disuapi lagi, mending kalau satu kakak panitia yang menyuapi, lha ini tiap lewat nyuapin. Gimana tidak penuh itu perut. Setelah acara makan-makan, kami pun kembali ke ruang aula. Disini kami diberikan pengarahan oleh kepala sekolah dan dilanjutkan dengan LKBB sampai Dzuhur. Akan tetapi berhubung hari yang bersangkutan adalah hari Jum’at, maka kami sholat Jum’at di masjid terdekat. Setelah selesai sholat, kami semua dikumpulkan di lorong kelas untuk melakukan makan siang. Kami duduk berhadap-hadapan antara cowok dan cewek. Kami juga diharuskan membawa bekal sendiri dari rumah, berikut ini adalah daftar menu makanan yang harus kami bawa:

–       Gabah lengket                    (nasi)

–       Ikan bulu ayam                 (ikan teri)

–       Cairan kedelai hitam       (kecap)

–       Telor bertato                      (telur asin)

–       Sayur ngantuk                   (sayur kangkung)

–       Bonteng                                (lupa)

–       Umpan monyet                 (pisang)

Yang lucu aku melihat salah seorang peserta membawa kangkung mentah yang masih diikat. Ya ampun, dia langsung jadi bahan ejekan oleh kakak-kaka panitia, yang lain malah ikut tertawa. Ya aku juga termasuk sih, habis mau bagaimana lagi, masa mau makan kangkung mentah sih? Belakangan ku ketahui dia bernama kiki. Cewek yang akan menjadi teman dekatku di kelas dua kelak. Acara makan siang tidak se-khidmat yang aku pikirkan. Kami makan dengan sedikit gangguan dari kakak-kakak panitia. Ada yang disuapin aneh-aneh. Ya daun melinjolah, petelah, wah pokoknya ga ada yang beres deh. Belum lagi kami harus makan pisang plus kulit-kulitnya. Alhasil banyak diantara kami yang memuntahkan kembali pisang tersebut. Setelah makan siang, kami kembali ke aula untuk mendapat pembinaan tentang narkoba. Namun kami kembali ke aula dengan saling berpegangan tangan antar lawan jenis. Aneh-aneh saja deh. kemudian setelah acara peminaan, dilanjutkan kembali LKBB dan akhirnya pulang.

Hari kedua merupakan hari yang lebih parah dibanding hari pertama. Entah kenapa hari ini tampaknya kakak-kakak panitia menjadi lebih “buas” dari hari sebelumnya. Mungkin karena ini adalah hari puncaknya kali yah. Seperti biasa, kami diinspeksi di gerbang depan atau depan BBI. Setelahnya kami digiring ke aula, dan tahulah apa yang terjadi kalau acaranya “PENDIDIKAN MENTAL DISIPLIN”. Setelah satu jam kami di-“caci-maki”, kami berganti pakaian dan ke acara selanjutnya, yaitu SKJ. Setelah semua berkumpul dilapangan basket, maka kami pun melakukan SKJ dengan musik khas SPP. Yang lucu itu gerakannya itu lho, kagak nahan cyiinnn, ahahahha. Setelah mengucurkan keringat, kami pun sarapan di tempat yang sama. Sarapan hari ini adalah Bubur SPP(jeng jeng. . . .). Bubur ini terbuat dari mie instant yang dimasak kelewat matang hingga mengalami kelayuan dengan tingkat yang cukup signifikan(ngomong apa coba gue?). Kalau mie instant ada tambahan serbuk gurih, kriuk kriuk dan lain sebagainya, maka Bubur SPP ini juga ada tambahannya yang menciptakan rasa yang sangat luar biasa. Tambahannya sangat amat teramat “GO GREEN” sekali, yaitu daun melinjo. Ga tau deh apa aja kandungannya, yang jelas jadi tambahan yang unik dan menarik hati, hehhe.

Seperti biasa, kalau mau dapat jatah sarapan kudu yel-yel dulu. Maka setelah kami beryel-yel ria, kami pun mendapatkan jatah sarapan. Bubur SPP ini benar-benar membuat nafsu makan orang menurun. Tidak hanya itu, bahkan ada yang sampai muntah-muntah(lebai banget ya?). Setelah semua mendapat jatah makan, maka acara makan pun dimulai. Ini nih yang paling gebleg, disaat yang lain enek karena disuapin atau makan sendiri, aku malah sangat menikmatinya, bahkan sampai minta tambah, tidak hanya itu aku sampai disuapi oleh kakak panitia(cewek) sampai 2 kali!!! W.O.W.(dibaca: wow) benar-benar rekor deh, ahahhaha.

Setelah acara makan-makan usai, kami pun diperkenalkan Struktur Organisasi SPP, setelahnya pengenalan kurikulum dan dilanjutkan dengan Pengenalan PP “Dewi Shinta”, Mars dan Joul SPP. Berikut  adalah lirik Mars dan Joul SPP:

Mars SPP

Pelajar SPP DKI Jakarta

Rajin belajar giat bekerja

Menuntut ilmu tak kenal jemu

Demi kemajuan bang…sa…ku…

Dengan iman dan takwa

Kita jaga alam ramah lingkungan

Reff:

Mari bunga bangsa jangan berpangku tangan

Bersama spp kita tingkatkan ketahanan pangan

Back to reff

 

Joul SPP

PRING PREKETEK

GUNUNG GAMPING AMBROL

DASAR HATI MANTEP

MASUK SPP

JOMPOL !!!

Dan ketika pengenalan dua khas SPP ini, kami pun bernyanyi. Untuk yang Mars SPP biasa saja, namun yang Joul SPP, ada kodenya. Ketika kakak panitai berkata Joul SPP, maka kami semua harus berkata “bersedia” dengan kondisi mengancungkan jempol ke depan sambil berdiri, setelah itu baru kami menyanyikan Joul SPP. Namun biasanya Joul SPP diplesetkan menjadi “JUAL” SPP, dan biasanya diplesetkan diakhir, gunanya agar kami terjebak dan mereka bisa marah-marah lagi, parah. Tidak hanya itu, kami pun mendapatkan tagline yang sangat aduhai membangkitkan kembali semangat yang padam. Tagline itu digunakan ketika kami sudah kelihatan mulai lelah. Berikut ini adalah lirik dari tagline tersebut:

Ga semangat

Ga kompak

Nge-jreng dulu ahh . . . .

Sekilas tagline tersebut tampak seperti iklan yang ada di tv, tapi aslinya aku ga tahu dapat dari mana itu kakak panitia, hehehe. Yang lucu dari tagline ini adalah ketika kami akan menyanyikannya. Kami diharuskan berdiri dan melakukan goyangan ngebor ketika ber-tagline. Ya ampun, tuh panitia dapet darimana sih ide begitu. Kemudian dilanjutkan dengan games dan mencari tanda tangan kakak panitia. Kami disuruh yang aneh-aneh dulu, setelah itu baru kami mendapatkan tanda tangan. Kemudian kami diajak berkeliling dengan pemandu masing-masing. Setelah itu baru ISOMA(istirahat, sholat, makan). Seperti halnya hari pertama, hari kedua kami juga membawa bekal yang telah ditetapkan oleh panitia. Nah inilah adalah daftar menu makanan yang harus kami bawa:

–       Gabah lengket                    (nasi)

–       Barbeque ampas tahu    (oncom)

–       Sayur ketek                        (sayur asem)

–       Sepasang mata sapi        (telor mata sapi)

–       Apel itali                             (apel yang kecil)

–       Terong bagol                    (terong yang bentuknya bulat)

Pada acara ini kami disuapi terong pete jengkol yang berasal dari kalung para cewek. Kalung tersebut merupakan salah satu aksesoris selain kunciran sumbu kompor yang harus dipakai oleh kaum hawa. Gebleg, sampai-sampai kalungnya tinggal tali rafia saja. Yang paling parah salah seorang dari kami terus disuapi oleh kakak-kakak panitia. Gilang yang paling selalu kena sasaran. Entah kenapa kakak-kakak panitia seneng banget ngerjain itu orang. Aku juga kena sih, hanya saja aku curang, aku tidak makan “aksesoris” kalung tersebut, tapi aku simpan didalam plastik pembungkus kotak bekal. Mau bagaimana lagi, daripada aku makan benda-benda itu, hehehe. Tidak hanya cowok saja yang disuapi, cewek pun juga ikut disuapi. Yang jelas kami benar-benar tidak terlalu menikmati acara makan siang tersebut. Setelah acara makan-makan dan suap-suapan selesai. Maka dilanjutkan dengan Dodol SPP. Kami diharuskan berjalan menuju lokasi yang telah ditentukan. Setelah itu kami dipanggil satu-persatu oleh panitia untuk membantu mencarikan kunci didalam ember yang berisi kotoran sapi yang sangat encer. Mana tangan panitianya iseng banget lagi, sampai muka kami ikut dijamah oleh kotoran sapi tersebut. Setelahnya kami disuruh berjemur untuk mengantri mencuci muka dan tangan kami, tapi tidak boleh bersih-bersih. Setelah itu kami pergi ke lapangan upacara untuk mendapatkan agar-agar yang berguna sebagai anti-mual. Kalau tidak salah ada yang pingsan waktu itu. Setelah itu acara PMD, pengenalan ekskul, istirahat, baru deh pulang. Giela, capeknya kagak nahan bro. rasanya tulang sama daging tuh udah pada copot(ahahaha, kelewat lebai dah gue). Meski begitu seru juga. Kayaknya aku kepengan jadi panitia MOS deh, hehehe.

About Sin

I'm just a Photograph... Yang jelas gue ga suka yang ribet-ribet, cukup yang simpel aja lah....

3 responses »

  1. Eva says:

    kerennn ^^b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s