Jika boleh memilih, mungkin sebagian besar orang lebih memilih berada di pihak yang diputus daripada ada di pihak yang harus memutuskan sebuah hubungan. Tidak ada yang nyaman menyampaikan sesuatu yang akan menyakiti perasaan orang lain sehingga tidak heran jika berbohong menjadi pilihan terbaik. Harus diakui, memang begitulah kenyataannya. Hampir sebagian besar dari kita tidak pernah benar-benar jujur mengatakan alasan sebenarnya mengapa kita memutuskan hubungan, dan ‘bersembunyi’ dibalik kalimat-kalimat kebohongan dibawah ini!

“MASALAHNYA BUKAN DI KAMU KOK, TAPI MASALAHNYA ADA DI AKU”
Terjemahan bebasnya adalah : “Ya masalahnya sudah pasti ada di kamu! Hanya saja, aku nggak berani untuk bilang itu ke kamu“. Sudahlah, terlalu banyak orang yang menggunakan kalimat standar ini. Mereka dengan heroik menyatakan diri sendiri agar orang yang mereka putuskan tidak merasakan sakit. Padahal pada kenyataannya, kalimat seperti ini tidak membuat orang yang diputuskan menjadi lebih nyaman.

“KAMU BISA MENCARI YANG LEBIH BAIK DARI AKU. KAMU TERLALU BAIK BUATKU”
Terjemahan bebasnya adalah : “Aku masih ingin mencari yang lain, karena akhirnya aku tahu, bukan kamu orangnya!“. Bijaklah belajar dari kalimat ini. Orang itu jelas-jelas tidak tertarik lagi (lagi) pada kita, tetapi tidak ingin terlihat seperti orang yang jahat. Mereka juga tidak keberatan disalahkan selama itu bisa membuat kita iba atau simpatik. Bila kita ‘ditembak’ dengan kalimat ini, terimalah. Senyum, dan katakan (kalau tega), “Iya. Aku memang terlalu baik buat kamu. Terimakasih lho sudah mengingatkannya..“.

“AKU BELUM SIAP UNTUK BERKOMITMEN, MASIH TRAUMA DENGAN HUBUNGANKU SEBELUMNYA”
Terjemahan bebasnya adalah : “Aku hanya ingan senang-senang saja lho sama kamu. Tapi kok sepertinya kita makin serius ya? So I think it’s time for me to go!“. Lebih parah lagi kalau kalimat ini kemudian diikuti dengan, “Ya kalau kamu mau menunggu aku sampai aku siap nggak apa-apa sih..“. Yakin masih mau menghabiskan waktu kita dengan orang yang tidak punya keberanian seperti ini?

“AKU MASIH BOLEH MENELPON KAMU KAN? KITA MASIH KEEP IN TOUCH KAN?”
Terjemahan bebasnya adalah : “Yes! Akhirnya aku bisa terbebas juga dari hubungan yang menyiksa ini!“. Tidak usah berharap atau menunggu dia akan menelpon atau tidak. Lupakan saja. Atur dan perbaiki perasaan, dan bersiaplah untuk mencari pengalaman baru dengan orang yang lebih baik.

“KITA MASIH BISA BERTEMAN KAN?” ATAU “KITA TEMAN-AN AJA YA”
Terjemahan bebasnya adalah : “Aku ingin putus! Tapi aku nggak mau punya musuh, dan aku ingin tetap bisa mengontak kamu kalau seandainya saja orang yang nantinya aku dekati ternyata tidak sesuai dengan keinginan, atau aku bosan, nah.. Aku bisa menelpon kamu!“.

Jika kalimat-kalimat manis itu sudah terbaca makna sebenarnya, apakah kita masih memilih untuk memakainya? Atau kita akan jujur mengungkapkan alasan yang sebenarnya? The choice is yours.

dikutip dari Majalah My Magz edisi Januari

About Sin

I'm just a Photograph... Yang jelas gue ga suka yang ribet-ribet, cukup yang simpel aja lah....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s