iseng-iseng, daripada ga ada kerjaan dan emosi ge lagi ga stabil, gue tulis deh isi dari laporan Perencanaan dan Pengendalian Produksi gue, cek it out..

Dasar Teori

seperti telah diisyaratkan dengan istilah “agregat”, maka rencana agregat berarti menggabungkan sumber daya yang sesuai ke dalam istilah-istilah yang lebih umum dan menyeluruh. dengan adanya ramalan permintaan, serta kapasitas fasilitas, persediaan jumlah tenaga kerja dan input produksi yang saling berkaitan, maka perencanaan harus memilih tingkat output unutk fasilitas selama tiga hari sampai delapan belas bulan ke depan. perencanaan ini diantaranya bisa diterapkan untuk perusahaan manufaktur, rumah sakit akademi serta penerbit buku. perencanaan agregat
merupakan bagian dari sistem perencanaan produksi yang lebih besar, sehingga pemahaman mengenai keterkaitan antara rencana dan beberapa faktor internal dan eksternal merupakan sesuatu yang berguna(Dwiningsih, 2008. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Gunawidya. Jakarta).

tujuan dari perencanaan agregat adalah menetapkan tingkat output untuk jangka menengah dan sedang dalam menghadapi fluktuasi dan ketidakpastian permintaan. perencanaan agragat merupakan suatu perencanaan yang meliputi tidak hanya output produksi tetapi juga sumber dayadan persediaan yang akan memepengaruhi tingkat permintaan pelanggan. sehingga perencanaan agregat menyangkut semua fungsi yang ada didalam perushaan(Sumayang, Lalu. 2003. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Salemba Empat. Jakarta).

perencanaan agregat adalah suatu perencanaan produksi jangka menengah terhadap sekelompok produk yang berada dalam satu family. beberapa fungsi perencanaan agregat adalah menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten terhadap rencana strategi perusahaan, alat ukur performansi perencanaan produksi, menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi, memonitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi dan membuat penyesuaian, mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target dan membuat penyesuaian, dan mengarahkan penyusunan serta pelaksanaan jadwal induk produksi. sebelum produksi akan membutuhkan suatu perencanaan agar sumber daya yang tersedia selalu mampu untuk memenuhi kebutuhan(Nasution, Arman Hakim.2006.Manajemen Industri. CV. Andi Offset.Yogyakarta).

perencanaan agregat digunakan untuk mengetahui kapan perusahaan harus memproduksi untuk memenuhi demand yang ada supaya dapat dihasilkan total biaya produksi minimum. hasil output perencanaan agregat adalah MPS yang digunakan sebagai input dari pembuatan MRP. hasil dari MRP ini adalah menentukan metode lot sizing yang dapat meminimumkan total biaya inventori. kemmudian dibangun penjadwalan yang disesuaikan dengan MRP supaya dapat dihasilkan jadwal produksi yang paling optimal. hasil dari penjadwalan yang disesuaikan dengan MRP supaya dapat dihasilkan jadwal produksi yang paling optimal. hasil dari penjadwalan dianalisa hubungannya dengan due date supaya dapat diketahui seberapa optimal penjadwalan yang dilakukan(Vincentius, Novy.2001.Perencanaan Produksi dan Penjadwalan.Candi Mas.Jakarta).

Pembahasan

perencanaan agregat merupakan suatu perencanaan produksi pada suatu industri dalam jangka menengah terhadap sekelompok produk yang berada pada satu famili produk. perencanaan agregat ini sangat diperlukan dalam perencanaan produksi. hal tersebut dapat dilihat dari tujuannya, yaitu untuk meningkatkan beban fasilitas, menguji kecukupan kapasitas untuk memenuhi permintaan yang ada, merencanakan perubahan kapasitas untuk memenuhi permintaan yang ada, merencanakan perubahan kapasitas untuk memenuhi fluktasi permintaan dan untuk mendapatkan solusi terbaik dengan sumber daya yang tersedia. maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan agregat digunakan oleh pelaku-pelaku industri untuk menghindari terjadinya resiko kurangnya bahan baku dan menghindari terjadinya pembengkakan biaya.

metode yang digunakan pada praktikum perencanaan agregat ini yaitu level strategy dan chase strategy. level strategy merupakan metode yang digunakan berdasarkan produksinya. produksinya tetap dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dibuat seefektif mungkin. sedangkan chase strategy merupakan metode yang digunakan berdasarkan jumlah permintaan dan jumlah pekerja disesuaikan dengan jumlah permintaan.

kelebihan pada metode level strategy yaitu pada produksi yang tetap namun kekurangannya yaitu pada jumlah pegawai yang tetap namun jumlah permintaan yang berubah-ubah. hal itu akan berakibat penambahan waktu kerja. pada chase strategy kelebihannya adalah jumlah pekerjaan yang disesuaikan dengan jumlah permintaan dan produksi yang sesuai permintaan, namun kekurangannya yaitu pegawai dituntut untuk bisa memenuhi permintaan.

 

oke segitu aja yak, capek ngetiknya soalnya, hehe…

good luck guys…😀

About Sin

I'm just a Photograph... Yang jelas gue ga suka yang ribet-ribet, cukup yang simpel aja lah....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s